PAK NAS.. One day in Lombok island Namanya pak nas, 6 tahun lalu pertama dan terakhir saya jumpai beliau. Entah siapa nama panjangnya saya tak tau. Yang saya tahu bahwa dialah orang luar biasa yang akan saya sebutkan pertama kali jika ada orang menanyakan ku tentang siapakah sosok luar biasa yang pernah ku jumpai sepanjang perantauan. Mungkin tidak berlebihan jika beliau kusebut pahlawanku saat itu, disebuah kegiatan kemasyarakatan membantu pembangunan mesjid untuk sebuah pesantren di desa Lilir kecamatan Gunung Sari kebupaten Lombok Barat kisaran penghujung tahun 2012 lalu, Tinggallah saya bersama beberapa rekan di desa ini. Pulau seribu mesjid.. Pak NAS yang kesehariannya seorang penggali sumur yang hidup bersama istri dengan dua orang anak gadis disebuah gubuk bambu dekat kebun rambutan itu, Tentu dengan segala kesederhanaan Yang mereka punya dengan segala kebesaran hatinya bersedia menampung kami. Saya ikut merasakan atmosfer kebahagiaan di keluarga kecil itu sesaat menikm...
Postingan
Menampilkan postingan dari April, 2019